FK-KMK UGM. Dosen Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM bersama tim memublikasikan riset terbaru tentang dampak kerja malam bergilir terhadap keseimbangan sistem imun di kalangan pegawai rumah sakit selama pandemi COVID-19. Studi ini mengkaji bagaimana pola kerja tidak teratur memengaruhi homeostasis imun tenaga kesehatan yang berada di garis depan pelayanan, sekaligus memberikan gambaran risiko kesehatan jangka panjang akibat gangguan ritme biologis. Artikel ilmiah tersebut terbit dalam jurnal Cytokine, Volume 194 (Oktober 2025), dengan judul “Impact of rotating night shift work on immune homeostasis among hospital employees during the COVID-19 pandemic.” Studi ini ditulis oleh Sheng-Che Lin, Chiou-Feng Lin, Szu-Yuan Wu, Chih-Chieh Yang, Wan-Ming Chen, Po-Chun Tseng, Fu-Chia Shih, Josephine Diony Nanda, dan Chia-Ling Chen.
Penelitian ini mengungkap bahwa tenaga rumah sakit yang bekerja dengan sistem shift malam bergilir mengalami gangguan ritme sirkadian yang signifikan. Ketidakteraturan pola tidur dan paparan kerja malam secara berulang berdampak pada kemampuan sistem imun dalam menjaga keseimbangan. Kondisi tersebut meningkatkan kerentanan terhadap infeksi dan respons peradangan, yang menjadi semakin berisiko pada masa pandemi COVID-19 ketika tenaga kesehatan menghadapi paparan patogen yang tinggi.
Hasil analisis menunjukkan adanya perbedaan bermakna pada penanda imun antara pekerja shift malam dan pegawai dengan jadwal kerja reguler. Gangguan homeostasis imun ditandai dengan peningkatan indikator peradangan serta penurunan mekanisme regulasi imun, yang dalam jangka panjang berpotensi memicu berbagai masalah kesehatan kronis. Temuan ini menegaskan bahwa perlindungan tenaga kesehatan tidak cukup hanya melalui alat pelindung diri dan protokol pencegahan infeksi, tetapi juga melalui pengelolaan jam kerja dan waktu istirahat yang lebih manusiawi.
Lebih lanjut, publikasi ini menempatkan kesejahteraan tenaga kesehatan sebagai fondasi ketahanan sistem pelayanan kesehatan. Penyesuaian kebijakan penjadwalan kerja, penyediaan program pemantauan kesehatan, serta intervensi promotif-preventif dinilai penting untuk menjaga kondisi biologis tenaga medis agar tetap optimal dalam situasi krisis. Studi ini menegaskan bahwa kerja malam bergilir memiliki dampak nyata terhadap keseimbangan sistem imun tenaga rumah sakit. Bukti ilmiah yang disajikan mendorong perlunya kebijakan kesehatan kerja yang lebih adaptif, berorientasi pada perlindungan jangka panjang tenaga kesehatan sebagai aset utama sistem layanan kesehatan.
Penelitian ini berkontribusi langsung pada SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera dengan menekankan pentingnya kondisi kerja yang aman dan sehat, serta mendukung penguatan sistem kesehatan yang tangguh dan berkelanjutan melalui perlindungan tenaga kesehatan sebagai garda terdepan pelayanan publik, SDG 4: Pendidikan Berkualitas dengan adanya riset ilmiah, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan dengan adanya kolaborasi tim peneliti dari beberapa institusi. (Kontributor: Josephine Diony Nanda).




