FK-KMK UGM. Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan (PKMK) Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) bekerja sama dengan Novo Nordisk menyelenggarakan Webinar Nasional Series 2 bertema obesitas dengan judul Obesitas dan Kualitas Hidup di Indonesia sebagai upaya memperkuat pemahaman, kebijakan, serta tata laksana obesitas secara komprehensif. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring pada Kamis, 11 Desember 2025, dan diikuti oleh peserta dari kalangan akademisi, praktisi kesehatan, serta pemangku kebijakan dari berbagai daerah di Indonesia.
Webinar ini bertujuan meningkatkan pemahaman mengenai dampak obesitas terhadap kualitas hidup masyarakat Indonesia, mendorong penguatan kebijakan preventif melalui kolaborasi lintas sektor, serta mengoptimalkan diagnosis dan penatalaksanaan obesitas sesuai dengan Pedoman Nasional Pelayanan Klinis (PNPK). Sejumlah narasumber lintas disiplin dihadirkan, di antaranya Digna Niken Purwaningrum, S.Gz., MPH., Ph.D. dari Departemen Biostatistik, Epidemiologi, dan Kesehatan Masyarakat FK-KMK UGM sekaligus peneliti PKMK, Ketua PKMK FK-KMK UGM dr. Andreasta Meliala, DPH., M.Kes., MAS, konsultan endokrin metabolik dr. Dicky L. Tahapary, SpPD, K-EMD., Ph.D., FINASIM, serta dokter spesialis gizi dr. Erwin Christianto, Sp.GK., M.Gizi. Refleksi penutup disampaikan oleh Guru Besar FK-KMK UGM Prof. dr. Madarina Julia, MPH., Ph.D., Sp.A(K), Subsp.End, dengan Dian Puteri Andani, S.Gz., MPH., sebagai moderator.
Digna Niken Purwaningrum memaparkan hasil studi yang menunjukkan bahwa overweight dan obesitas berdampak signifikan terhadap persepsi kesehatan, fungsi fisik, serta kesehatan mental, terutama pada kelompok perempuan, usia 40–50 tahun, dan kelompok sosial ekonomi tertentu. Temuan tersebut juga menunjukkan bahwa dimensi psikososial merupakan aspek yang paling terdampak, serta dipengaruhi oleh lingkungan yang belum mendukung perilaku hidup sehat. Kondisi serupa juga ditemukan di sejumlah negara kawasan Asia Pasifik.
Sementara itu, dr. Andreasta Meliala menekankan pentingnya kebijakan pencegahan obesitas berbasis lintas sektor. Ia menjelaskan bahwa meskipun arah kebijakan telah tercantum dalam Undang-Undang Kesehatan Nomor 17, kebijakan strategis dan operasional masih memerlukan penguatan politik dan kolaborasi antarsektor, mulai dari kesehatan, pendidikan, transportasi, pangan, hingga kebijakan fiskal dan media. Pendekatan ini dinilai krusial untuk menekan laju obesitas di seluruh kelompok usia.
Dari sisi klinis, dr. Dicky L. Tahapary menjelaskan bahwa obesitas merupakan penyakit metabolik kronis dan progresif yang berkaitan erat dengan diabetes tipe 2 dan penyakit tidak menular lainnya. Ia menekankan pentingnya stratifikasi risiko berbasis Edmonton Obesity Staging System serta pendekatan personal dan multidisipliner dalam penanganan obesitas guna meningkatkan peluang remisi dan kualitas hidup pasien. Hal ini diperkuat oleh dr. Erwin Christianto yang memaparkan bahwa PNPK menjadi acuan penting dalam tata laksana obesitas secara holistik, berkelanjutan, dan berbasis kebutuhan individu, termasuk pemantauan jangka panjang serta penanganan komorbid secara terpadu.
Pada sesi penutup, Prof. Madarina Julia menegaskan bahwa pencegahan primordial dan primer merupakan strategi paling efektif untuk menekan beban obesitas dan pembiayaan kesehatan nasional. Ia menyoroti perlunya kesadaran kolektif dan penguatan program sejak usia dini agar obesitas tidak berkembang menjadi masalah kesehatan yang lebih kompleks di masa depan.
Dalam konteks Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau SDGs, kegiatan ini berkontribusi pada SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui penguatan pencegahan dan tata laksana obesitas sebagai penyakit tidak menular, SDG 4: Pendidikan Berkualitas dengan penyebaran pengetahuan berbasis bukti kepada tenaga kesehatan dan pemangku kebijakan, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi antara institusi akademik, sektor swasta, dan berbagai pemangku kepentingan dalam membangun kebijakan kesehatan yang terpadu dan berkelanjutan. (Kontributor: Dewi Rizzky Mutiarasari).




