FK-KMK UGM Perkuat Peran Regional dalam ASEAN Academic Conference Manajemen Kesehatan Bencana

FK-KMK UGM. Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) berpartisipasi dalam penguatan jejaring akademik regional dengan menghadiri pembukaan ASEAN Academic Conference (AAC) on Disaster Health Management. Kehadiran ini ditandai dengan partisipasi Dekan FK-KMK UGM Prof. dr. Yodi Mahendradata, Ph.D. selaku Chairman Komite Pengarah ASEAN Academic Network, bersama peneliti Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan (PKMK) FK-KMK UGM dr. Bella Donna Tampubolon, M.Kes., yang juga menjabat sebagai Sekretaris Kantor AIDHM–ASEAN Institute on Disaster Health Management, serta apt. Gde Yulian, M.Epid., Koordinator Divisi Pelatihan dan Kurikulum AIDHM. Konferensi internasional ini diselenggarakan di Bangkok, Thailand, sebagai forum akademik regional yang membahas penguatan Manajemen Kesehatan Bencana di kawasan ASEAN.

Peningkatan kegiatan akademik menjadi bagian penting dari Area Prioritas 5 tentang Manajemen Pengetahuan dalam Disaster Health Management pada Plan of Action (POA) ASEAN. Area ini diimplementasikan melalui dukungan partisipasi dalam konferensi akademik regional serta penguatan kerja sama antarlembaga akademik yang aktif di bidang manajemen kesehatan bencana. POA juga menargetkan penyelenggaraan Konferensi Regional Manajemen Kesehatan Bencana setiap dua tahun sebagai salah satu dari 21 target yang ingin dicapai pada 2025, termasuk pembentukan jaringan lembaga akademik nasional untuk mendukung pelatihan di tingkat nasional.

Bangkok sebagai tuan rumah AAC ketiga menghadirkan pendekatan konferensi yang lebih interaktif dengan menampilkan capaian satu dekade pengembangan dan upaya negara-negara ASEAN serta Proyek Penguatan Kapasitas Regional ASEAN dalam Manajemen Kesehatan Bencana atau Proyek ARCH yang akan berakhir pada 2026. Penyelenggaraan konferensi terakhir Proyek ARCH di Thailand dinilai memiliki makna simbolis sekaligus strategis untuk merefleksikan kemajuan, memastikan keberlanjutan, dan menyiapkan landasan kolaborasi di masa mendatang.

Tim PKMK FK-KMK UGM turut berkontribusi aktif melalui presentasi abstrak dalam berbagai sesi, baik oral, poster, maupun sesi khusus. Beragam topik diangkat, mulai dari kesiapsiagaan rumah sakit di Nusa Tenggara Barat, penguatan fasilitas kesehatan yang aman dan tangguh, peran logistik medis dan sistem pra-rumah sakit dalam bencana, pembelajaran dari tragedi Kanjuruhan, simulasi PHEOC dalam konteks perubahan iklim, hingga dukungan psikososial pascabencana melalui kolaborasi akademik dan komunitas. Bella Donna Tampubolon juga berperan sebagai pembicara pada sesi pleno yang mengulas pengetahuan dan kearifan ASEAN dari respons bencana masa lalu untuk memperkuat kolaborasi regional, serta terlibat dalam simposium makan siang yang membahas praktik baik inisiatif pendidikan dalam manajemen kesehatan bencana.

Kegiatan tersebut berkontribusi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3: Kehidupan Sehat dan Kesejahteraan melalui penguatan kesiapsiagaan dan respons sistem kesehatan terhadap bencana, SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui peningkatan kapasitas akademik dan diseminasi pengetahuan di tingkat regional, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim melalui kajian dan praktik adaptasi sistem kesehatan terhadap risiko iklim, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi lintas negara, institusi akademik, dan pemangku kepentingan ASEAN dalam manajemen kesehatan bencana yang berkelanjutan. (Kontributor: Gde Yulian Yogadhita).