FK-KMK UGM Jajaki Kerja Sama dengan Yakkum untuk Pengembangan Kedokteran Keluarga Berbasis Komunitas

FK-KMK UGM. Departemen Pendidikan Kedokteran FK-KMK UGM menyelenggarakan diskusi rencana kerja sama dengan Yayasan Kristen untuk Kesehatan Umum (Yakkum) untuk memperkuat kegiatan pemberdayaan masyarakat dan pengembangan layanan kesehatan primer. Diskusi ini dihadiri oleh dr. Fitriana Murriya Ekawati, MPHC, PhD, SpKKLP, dan dr. Yogi Fitriadi, MSc, dari FK-KMK UGM, Bu Arsinta dari Yakkum, serta dr. Andreas Wijaya, mahasiswa residen Program Studi Spesialis Kedokteran Keluarga Layanan Primer (SpKKLP) FK-KMK UGM. Pertemuan tersebut dilaksanakan pada 18 September 2025 sebagai bagian dari upaya menjajaki kolaborasi berkelanjutan antara institusi pendidikan kesehatan dan organisasi sosial kemasyarakatan.

Dalam diskusi tersebut, kedua belah pihak membahas berbagai peluang kolaborasi yang berfokus pada penguatan masyarakat, mulai dari pendampingan kelompok rentan, peningkatan literasi kesehatan, hingga pengembangan program kesehatan yang berkelanjutan. Pendekatan kedokteran keluarga yang holistik dan berorientasi komunitas menjadi salah satu poin utama yang dinilai relevan untuk diintegrasikan dalam berbagai inisiatif pemberdayaan masyarakat yang telah dijalankan oleh Yakkum.

Yakkum, sebagai lembaga yang memiliki pengalaman panjang dalam rehabilitasi berbasis masyarakat serta pemberdayaan kelompok difabel, dipandang memiliki potensi sinergi yang kuat dengan pendekatan SpKKLP FK-KMK UGM. Melalui kolaborasi ini, diharapkan layanan kesehatan primer tidak hanya berfokus pada aspek klinis, tetapi juga memperhatikan dimensi sosial, lingkungan, dan kemandirian masyarakat.

Bagi FK-KMK UGM, rencana kerja sama ini membuka ruang pembelajaran yang lebih luas bagi residen SpKKLP untuk mengembangkan kompetensi pemberdayaan komunitas, komunikasi lintas sektor, serta kemampuan pemecahan masalah berbasis kebutuhan nyata masyarakat. Keterlibatan langsung dalam program berbasis komunitas juga diharapkan mampu memperkaya pengalaman belajar dan memperkuat peran dokter keluarga sebagai agen perubahan di tingkat layanan primer.

Kegiatan tersebut selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui penguatan program kesehatan berbasis masyarakat, SDG 4: Pendidikan Berkualitas dengan peningkatan kapasitas pembelajaran residen melalui pengalaman lapangan, SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan melalui komitmen pendampingan kelompok rentan dan difabel, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi strategis antara institusi pendidikan kesehatan dan organisasi sosial kemasyarakatan. (Kontributor: Kontributor: Yogi Fitriadi).