FK-KMK UGM. Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada berpartisipasi dalam The 11th AHLA International Conference yang diselenggarakan oleh Asia Health Literacy Association. Kegiatan ini menghadirkan peneliti, akademisi, pembuat kebijakan, praktisi kesehatan, serta organisasi masyarakat dari berbagai negara di Asia dan dunia. Konferensi berlangsung pada 23–25 November 2025 di CSMUH Conference Center, Taichung City, Taiwan, dengan mengusung tema “Health Literacy and AI for Healthy World”.
UGM hadir melalui Tim ASSIST Global Project Indonesia yang berada di bawah Pusat Perilaku dan Promosi Kesehatan FK-KMK UGM. Tim ini terdiri atas dr. Bagas Suryo Bintoro, Ph.D. selaku direktur proyek, Dr. Retna Siwi Padmawati, M.A. sebagai peneliti, serta Dagun Raisah Laksmi Pratiwi, S.H.G., M.P.H. sebagai asisten peneliti. Keikutsertaan tim ASSIST Indonesia dinilai relevan dengan fokus konferensi karena proyek ini mengembangkan pendekatan literasi kesehatan remaja melalui intervensi berbasis teman sebaya serta pemanfaatan teknologi digital dalam upaya pencegahan merokok di lingkungan sekolah.
Dalam sesi presentasi ilmiah, Tim ASSIST UGM memaparkan tiga temuan utama yang saling melengkapi terkait penguatan literasi kesehatan remaja. Dr. Retna Siwi Padmawati menjelaskan pentingnya sensitivitas budaya dalam pemanfaatan platform digital, dengan temuan bahwa remaja menunjukkan keterlibatan lebih tinggi melalui media sosial dibandingkan laman web formal. Hal ini menegaskan perlunya desain intervensi digital yang fleksibel, kontekstual, dan sesuai dengan kebiasaan komunikasi remaja.
Selanjutnya, dr. Bagas Suryo Bintoro memaparkan hasil kajian mengenai kelayakan pelatihan peer-to-peer di tingkat sekolah menengah pertama yang terbukti mampu meningkatkan pemahaman risiko merokok, meskipun masih menghadapi tantangan berupa miskonsepsi dan ketimpangan partisipasi antar siswa. Sementara itu, Dagun Raisah Laksmi Pratiwi mengulas penerimaan remaja terhadap penggunaan expired carbon monoxide (eCO) testing, yang pada awalnya menimbulkan resistensi namun dapat diterima setelah disertai penjelasan yang disesuaikan dengan tingkat literasi mereka.
Kontribusi Tim ASSIST Global Project Indonesia dalam konferensi ini menegaskan pentingnya pendekatan multidimensional dalam penguatan literasi kesehatan remaja yang mengintegrasikan intervensi teman sebaya, teknologi digital, dan strategi komunikasi yang mudah dipahami. Temuan ini sekaligus memperkaya diskursus global mengenai literasi kesehatan yang adaptif terhadap konteks budaya dan sosial.
Partisipasi FK-KMK UGM dalam The 11th AHLA International Conference menunjukkan komitmen institusi dalam pengembangan riset dan praktik literasi kesehatan yang inovatif dan berkelanjutan. Melalui ASSIST Global Project Indonesia, FK-KMK UGM berkontribusi aktif dalam memperkuat upaya pencegahan perilaku berisiko pada remaja dengan pendekatan berbasis bukti dan kolaborasi internasional.
Kegiatan tersebut sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau SDGs, yaitu SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui upaya pencegahan merokok dan peningkatan literasi kesehatan remaja, SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui penguatan kapasitas edukasi kesehatan berbasis sekolah dan teman sebaya, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi riset internasional antara FK-KMK UGM dan jejaring global literasi kesehatan. (Kontributor: Sinta Ristiyanti).




