FK-KMK UGM. Residen Program Studi Spesialis Obstetri dan Ginekologi , Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan pelatihan ultrasonografi (USG) dasar bagi tenaga medis di RSUD Encik Maryam, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau, sebagai bagian dari upaya peningkatan kapasitas layanan kesehatan ibu dan anak di daerah. Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu, 3 September 2025, di RSUD Encik Maryam, oleh dr. Fityah Ufi Atiyah dalam rangka program tugas pelayanan dan pengabdian yang dijalani pada periode Juli hingga Desember 2025.
Pelatihan USG dasar tersebut ditujukan bagi dokter umum dan dokter internship yang bertugas di RSUD Encik Maryam. Materi disusun secara komprehensif melalui dua pendekatan utama, yakni pemaparan teori mengenai prinsip dasar ultrasonografi obstetri dan sesi praktik langsung atau hands on. Melalui kombinasi ini, peserta diharapkan tidak hanya memahami konsep USG secara konseptual, tetapi juga mampu mengaplikasikan keterampilan teknis secara tepat di lapangan.
Pelaksanaan pelatihan dilatarbelakangi oleh kebutuhan peningkatan kompetensi tenaga kesehatan di wilayah kepulauan dan daerah terpencil. Selama ini, sebagian dokter umum di puskesmas telah memperoleh pelatihan USG obstetri terbatas, sementara dokter umum yang bertugas di rumah sakit, khususnya di Instalasi Gawat Darurat, belum banyak mendapatkan kesempatan serupa. Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri ketika menghadapi kasus kegawatdaruratan obstetri yang memerlukan keputusan cepat di tengah keterbatasan jumlah dokter spesialis.
Dengan adanya pelatihan ini, dokter umum di RSUD Encik Maryam diharapkan mampu melakukan pemeriksaan awal kehamilan secara mandiri, termasuk deteksi dini kondisi berisiko pada ibu hamil. Peningkatan keterampilan tersebut diharapkan dapat mempercepat alur pelayanan, memperkuat penanganan awal kasus obstetri, serta meningkatkan mutu layanan kesehatan ibu dan anak di Kabupaten Lingga.
Pelatihan USG dasar yang diselenggarakan oleh residen FK-KMK UGM ini menjadi wujud nyata pengabdian akademisi dalam menjawab kebutuhan layanan kesehatan di daerah. Melalui transfer pengetahuan dan keterampilan yang aplikatif, kegiatan ini berkontribusi pada penguatan kapasitas dokter umum dan peningkatan kualitas pelayanan obstetri di wilayah kepulauan.
Kegiatan ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau SDGs, khususnya SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui upaya peningkatan kesehatan ibu dan anak dengan deteksi dini dan penanganan awal yang lebih baik, SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui penguatan akses pelatihan dan peningkatan kompetensi tenaga kesehatan, SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan dengan mendorong pemerataan kualitas layanan kesehatan antara daerah terpencil dan perkotaan, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi antara institusi pendidikan, rumah sakit daerah, dan tenaga medis dalam meningkatkan layanan kesehatan masyarakat. (Kontributor: dr. Fityah Ufi Atiyah).



