FK-KMK UGM Dorong Kesadaran Kesehatan Reproduksi melalui Edukasi dan Skrining HPV DNA di Bontang

FK-KMK UGM. Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada bekerja sama dengan PT Kaltim Methanol Industri (KMI) dan Pemerintah Kota Bontang menyelenggarakan kegiatan edukasi dan skrining HPV DNA gratis bagi masyarakat. Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu, 29 November 2025, dengan tujuan meningkatkan kesadaran dan akses masyarakat terhadap deteksi dini kanker serviks.

Program ini dipimpin oleh Dr. dr. Moh Nailul Fahmi, SpOG(Subsp.Onk) dan dr. Ratri Wulandari, M.Sc., Ph.D., SpOG. Pemeriksaan dilakukan secara serentak di tiga fasilitas layanan kesehatan, yaitu Puskesmas Bontang Utara II, Puskesmas Bontang Barat, dan Puskesmas Bontang Selatan I. Sasaran kegiatan mencakup 150 peserta yang terdiri dari istri karyawan PT KMI, jejaring Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), serta masyarakat umum.

Berdasarkan data kesehatan daerah, kanker serviks menjadi kasus kanker tertinggi kedua di Bontang. Hingga Oktober 2025, tercatat empat kasus baru, namun capaian deteksi dini masih rendah. Dari target 1.255 pemeriksaan, baru 183 warga atau 14,5 persen yang telah menjalani skrining. Dari hasil tersebut, ditemukan 23 peserta positif membawa HPV tipe 16, 18, 52, dan 58, yang merupakan jenis virus dengan risiko tinggi pemicu kanker serviks.

Sebagai institusi akademik yang berperan dalam pengembangan dan penguatan layanan kesehatan, UGM berkomitmen memperluas akses deteksi dini kesehatan reproduksi melalui kolaborasi lintas sektor bersama fasilitas kesehatan, Pemerintah Kota Bontang, dan pelaku industri. Melalui edukasi dan pemeriksaan ini, peserta mendapatkan informasi mengenai pentingnya deteksi dini, pencegahan, serta akses layanan penunjang bagi kelompok berisiko.

Kegiatan ini juga memperkuat upaya peningkatan literasi kesehatan masyarakat serta membangun kesadaran mengenai pentingnya skrining rutin sebagai langkah preventif. Pelaksanaan program ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals. Kegiatan ini mendukung SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui peningkatan layanan kesehatan, SDG 5: Kesetaraan Gender dengan memberikan akses kesehatan reproduksi bagi perempuan, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi antara akademisi, pemerintah, dan sektor industri.

Selain itu, kegiatan skrining HPV DNA ini menjadi salah satu langkah strategis dalam memperkuat pencegahan kanker serviks di Bontang. Dengan dukungan multipihak, FK-KMK UGM berharap program serupa dapat diperluas ke wilayah lain untuk mendorong pemerataan akses kesehatan reproduksi dan peningkatan deteksi dini bagi perempuan Indonesia. (Kontributor: dr. Ratri Wulandari, MSc., PhD.).