FK-KMK UGM. Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) menyelenggarakan kegiatan pengabdian masyarakat berupa edukasi bertema “Edukasi Penyakit Tular Vektor dan Sosialisasi Jumantik Muda” yang dilaksanakan untuk siswa kelas 4 dan 5 di SDN 1 Karanganom, Klaten. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa mengenai penyakit tular vektor, terutama demam berdarah dengue (DBD), serta mengajak mereka berperan aktif dalam pencegahan dini di lingkungan sekolah dan rumah. Acara edukasi dilaksanakan pada Selasa, 17 Juni 2025, dan diikuti antusias oleh seluruh peserta didik.
Pemilihan SDN 1 Karanganom sebagai lokasi kegiatan didasarkan pada kondisi lingkungan sekolah yang berbatasan langsung dengan kawasan hutan serta memiliki area yang mudah tergenang saat hujan deras. Situasi tersebut berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti, vektor utama penyebar virus dengue. Melalui kegiatan ini, tim pengabdian Parasitologi FK-KMK UGM memberikan pemahaman kepada siswa tentang siklus hidup nyamuk, mekanisme penularan penyakit, serta pentingnya peran Jumantik atau juru pemantau jentik dalam pengendalian DBD.
Kegiatan berlangsung dengan pendekatan yang interaktif dan ramah anak. Materi edukasi disampaikan melalui gambar, contoh nyata, dan diskusi ringan agar siswa mudah memahami bahaya penyakit tular vektor. Setelah sesi kelas, siswa diajak langsung melakukan observasi lapangan di area sekolah untuk mencari potensi tempat berkembangnya jentik nyamuk. Aktivitas ini memberi pengalaman praktis kepada siswa, sekaligus menanamkan nilai kepedulian terhadap kebersihan lingkungan.
Melalui rangkaian kegiatan ini, para siswa memperoleh bekal pengetahuan yang dapat mereka terapkan dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari menjaga kebersihan lingkungan, memantau tempat penampungan air, hingga mengenali tanda-tanda awal infeksi dengue. Kegiatan pengabdian ini sekaligus mencerminkan komitmen FK-KMK UGM dalam meningkatkan literasi kesehatan masyarakat melalui pendekatan edukasi sejak usia dini.
Pelaksanaan kegiatan ini juga mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui edukasi pencegahan penyakit menular yang dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat sejak usia sekolah, SDG 11: Kota dan Permukiman Berkelanjutan dengan mendorong terciptanya lingkungan hunian dan sekolah yang bersih, aman, serta bebas dari sarang nyamuk sebagai bagian dari upaya mewujudkan pemukiman yang sehat dan resilien, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.
Kegiatan edukasi vektor dan sosialisasi Jumantik Muda yang diselenggarakan FK-KMK UGM di SDN 1 Karanganom menjadi langkah nyata penguatan pemahaman kesehatan lingkungan bagi siswa sekolah dasar. Melalui pendekatan interaktif, siswa tidak hanya memperoleh ilmu, tetapi juga pengalaman langsung yang dapat membentuk perilaku hidup bersih dan peduli terhadap pencegahan DBD. Program ini menunjukkan bahwa edukasi dini merupakan strategi efektif dalam mendukung kesehatan masyarakat dan pembangunan lingkungan yang berkelanjutan. (Kontributor: dr. Josephine Diony Nanda, Ph.D.).




