FK-KMK UGM. Departemen Obstetri dan Ginekologi, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan kegiatan edukasi kesehatan perempuan yang berfokus pada kesehatan dasar panggul. Kegiatan ini dilaksanakan dalam pertemuan rutin Dharma Wanita Persatuan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Yogyakarta (DWP FEB UNY) yang digelar di Yogyakarta pada Jumat, 10 Oktober 2025. Dalam kegiatan tersebut, dr. Anis Widyasari, Sp.OG., Subsp. Urogin-Re, staf pengajar FK-KMK UGM, hadir sebagai narasumber utama.
Dalam paparannya, dr. Anis mengangkat tema “Disfungsi Dasar Panggul”, topik penting namun sering diabaikan oleh banyak perempuan. Ia menjelaskan bahwa otot dasar panggul berperan vital dalam sistem reproduksi dan kualitas hidup perempuan. Jika otot tersebut melemah, dapat menimbulkan berbagai masalah seperti kesulitan menahan buang air kecil, penurunan organ panggul, hingga disfungsi seksual. Kondisi ini, menurutnya, berdampak signifikan terhadap kepercayaan diri dan kesejahteraan perempuan secara keseluruhan.
Sebagai langkah pencegahan, dr. Anis memperkenalkan senam Kegel sebagai latihan sederhana yang mampu memperkuat otot dasar panggul. Ia menekankan bahwa senam ini dapat dilakukan kapan saja tanpa memerlukan alat khusus. “Senam Kegel itu sederhana, tapi dampaknya luar biasa. Kalau dilakukan secara rutin, bisa membantu perempuan tetap sehat, aktif, dan bahagia di segala usia,” ujarnya. Edukasi ini mendapat sambutan positif dari para peserta, terutama ibu-ibu anggota DWP FEB UNY yang aktif bertanya mengenai cara dan manfaat latihan tersebut.
Lebih lanjut, dr. Anis mengingatkan bahwa menjaga kesehatan perempuan bukan hanya tentang aspek fisik, tetapi juga tentang peningkatan kualitas hidup. Perempuan yang sehat akan lebih produktif, percaya diri, serta berperan penting dalam menciptakan keluarga yang bahagia dan masyarakat yang kuat. Menurutnya, langkah kecil seperti melakukan senam rutin atau menjaga kebersihan organ reproduksi merupakan investasi besar bagi masa depan kesehatan perempuan.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi wadah edukasi, tetapi juga wujud nyata kontribusi FK-KMK UGM dalam mendukung SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui peningkatan kesadaran kesehatan reproduksi perempuan; SDG 5: Kesetaraan Gender dengan pemberdayaan perempuan untuk memahami tubuhnya sendiri; serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi antara akademisi, organisasi perempuan, dan masyarakat.
Sebagai penutup, dr. Anis mengajak seluruh peserta untuk menanamkan kesadaran menjaga kesehatan sejak dini. Ia menegaskan bahwa perempuan yang sehat adalah fondasi bagi keluarga yang bahagia dan bangsa yang tangguh, sejalan dengan semangat “Langkah kecil untuk dampak besar” yang menjadi pesan utama kegiatan ini. (Kontributor: Munjayati).




