FK-KMK UGM Terima Courtesy Visit dari Asian Development Bank terkait Program Wolbachia

FK-KMK UGM. Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada (UGM) menerima courtesy visit dari Asian Development Bank (ADB) pada Kamis (9/10). Pertemuan berlangsung di Ruang Eksekutif Gedung KPTU-FK-KMK UGM. Kunjungan tersebut dilaksanakan dalam rangka menegaskan kembali komitmen ADB untuk mendukung Indonesia dalam memajukan agenda pembangunan sekaligus memperkuat kolaborasi antara ADB dan FK-KMK UGM.

Dalam pertemuan tersebut, FK-KMK UGM dan ADB mendiskusikan prioritas kesehatan Pemerintah Indonesia saat ini, termasuk mengenai intervensi Wolbachia sebagai bagian dari pengendalian demam berdarah. Pertemuan dihadiri oleh Dekan FK-KMK UGM, Prof. dr. Yodi Mahendradhata, M.Sc., Ph.D., FRSPH; Wakil Dekan Bidang Penelitian dan Pengembangan FK-KMK UG, Prof. Dr. dr. Lina Choridah, Sp.Rad(K); Prof. dr. Adi Utarini, M.Sc, MPH, Ph.D; dr. Riris Andono Ahmad, MPH, Ph.D, dan dr. Citra Indriani, MPH.; serta Dr. Ye Xu, Senior Health Specialist, dan Nurul M. Rahmayanti, Project Officer (Health) dari ADB.

Diskusi turut membahas tentang mekanisme proyek implementasi teknologi Wolbachia di bawah naungan Center for Tropical Medicine UGM. dr. Riris mengemukakan, proyek Wolbachia melibatkan 200 orang, dengan sekitar 10.000 kader, dari berbagai kota di Indonesia. Setelah program dijalankan selama 6-9 bulan, tim melakukan monitoring terhadap frekuensi Wolbachia. “Kita memiliki banyak kendala untuk meningkatkan frekuensi Wolbachia, seperti faktor air, kepadatan telur, kepadatan populasi nyamuk di sekitar, cuaca, suhu, dan lain-lain,” kata dr. Riris.

Oleh karena itu, sistem monitoring secara real time diperlukan untuk mengetahui perkembangan yang terjadi, sehingga dapat diketahui strategi tambahan yang diperlukan apabila ditemukan kendala. “Yang kami lakukan saat ini adalah bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan RI, khususnya Labkesmas. Kami juga bekerja sama dengan tim Kesehatan Lingkungan untuk mendukung kolaborasi kesehatan, karena kami membutuhkan bantuan ahli entomologi untuk membantu kami dalam program identifikasi nyamuk,” ujar dr. Citra.

Courtesy visit Asian Development Bank di FK-KMK UGM turut mendukung tercapainya Sustainable Development Goals (SDGs), utamanya SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera; SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur; dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. Pertemuan tersebut mendukung inovasi teknologi dan kemitraan global di bidang kedokteran terkait pengendalian Demam Berdarah melalui program Wolbachia. (Penulis: Citra/Humas).