FK-KMK UGM Dorong Kompetensi Mahasiswa Keperawatan melalui Magang di PSC 119 Kota Yogyakarta

FK-KMK UGM. Program Studi Ilmu Keperawatan, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan kegiatan magang di Public Safety Center (PSC) 119 Kota Yogyakarta sebagai bagian dari program praktik mata kuliah mahasiswa keperawatan. Kegiatan ini berlangsung selama tiga bulan, dari Februari hingga April 2025, dan diikuti oleh mahasiswa semester enam yang sedang menjalani program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Eksternal. Program ini dirancang untuk memberikan pengalaman langsung dalam pelayanan kesehatan darurat, mulai dari penerimaan panggilan darurat, triase pasien, hingga evakuasi dan koordinasi dengan rumah sakit serta instansi terkait.

Selama magang, mahasiswa terlibat secara aktif dalam operasional sistem komunikasi darurat, penggunaan peralatan ambulans, pencatatan laporan medis, serta pendampingan kasus nyata seperti serangan jantung mendadak, kecelakaan lalu lintas, dan penanganan pasien di lokasi bencana. Setiap mahasiswa diwajibkan menyusun laporan kasus berbasis Evidence Based Practice dan Asuhan Keperawatan, yang dievaluasi oleh supervisor lapangan untuk menilai kemampuan berpikir kritis, analisis, serta penerapan prosedur kegawatdaruratan secara profesional. Evaluasi ini menjadi bagian penting dari refleksi pembelajaran dan asesmen kompetensi.

Selain praktik langsung, mahasiswa juga membuat video edukasi tentang penanganan medis darurat dan pemanfaatan layanan PSC 119, yang diunggah di media sosial resmi PSC. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan literasi masyarakat tentang pertolongan pertama dan penggunaan layanan kesehatan berbasis digital. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya belajar secara teknis, tetapi juga berperan sebagai agen perubahan yang menjembatani pengetahuan kesehatan ke masyarakat luas.

Pelaksanaan magang difasilitasi oleh PSC 119 Kota Yogyakarta dengan dukungan tenaga profesional, termasuk dokter, perawat, operator call center, dan driver ambulans. Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta berperan sebagai pengawas dan koordinator, memastikan kegiatan berjalan sesuai standar pelayanan kesehatan darurat. Rotasi shift pagi, siang, dan malam memberikan mahasiswa pengalaman langsung menghadapi ritme kerja 24 jam, melatih kesiapsiagaan, fleksibilitas, dan pengambilan keputusan cepat.

Kegiatan magang ini sejalan dengan SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, yang menekankan penyediaan akses layanan kesehatan berkualitas serta peningkatan kompetensi tenaga kesehatan; SDG 4: Pendidikan Berkualitas, melalui penguatan keterampilan praktis dan profesional mahasiswa; serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, tercermin dari kolaborasi antara perguruan tinggi, PSC 119, dan Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta. Program ini menjadi model integrasi pendidikan dan layanan publik untuk membangun masyarakat yang sehat, tangguh, dan berkelanjutan. (Kontributor: Zufa Pasha Sabina, Ema Madyaningrum, S.Kep., Ns., M.Kes., Ph.D.).