FK-KMK UGM Dukung Standarisasi Pelatihan Anestesi Nasional Melalui Workshop APALS

FK-KMK UGM. Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) bersama RSUP Dr. Sardjito berkolaborasi dengan Perhimpunan Dokter Anestesia dan Terapi Intensif Indonesia (PERDATIN) serta Kolegium Anestesi dan Terapi Intensif dalam penyelenggaraan Workshop Standarisasi Panduan Klinis Advanced Perioperative Anesthesia Life Support (APALS). Kegiatan berlangsung di Gedung Diklat dan Gedung Administrasi Pusat RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta, pada 27–28 September 2025.

Workshop ini menghadirkan narasumber, antara lain dr. Eniarti, Sp.KJ., M.Sc., M.M.R. selaku Direktur Utama RSUP Dr. Sardjito, Irjen Pol. dr. Asep Hendradiana, Sp.An-TI, Subsp.TI(K), M.Kes. selaku Ketua Umum PP PERDATIN, dan Dr. dr. Reza Widianto Sudjud, Sp.An-TI, Subsp.An.Kv.(K), Subsp.T.I.(K), M.Kes. selaku Ketua Kolegium Anestesiologi dan Terapi Intensif Indonesia. Kegiatan ini terdiri dari dua rangkaian utama, yakni Mini Workshop dan Workshop Utama, yang bertujuan memperkuat kemampuan tenaga kesehatan dalam menangani situasi kegawatdaruratan perioperatif.

Dalam Mini Workshop, para peserta yang terdiri dari dokter spesialis anestesi, perawat anestesi, penata anestesi, serta akademisi dari berbagai institusi di wilayah Yogyakarta diperkenalkan dengan konsep edukasi berbasis simulasi APALS. Konsep ini merupakan pendekatan inovatif dalam pelatihan kegawatdaruratan perioperatif yang mengintegrasikan simulasi klinis dan pembelajaran kolaboratif. Selain itu, forum ini menjadi ajang penting untuk membahas rencana penerapan APALS dalam kurikulum pendidikan PPDS Anestesiologi serta program keperawatan dan penata anestesi, sekaligus potensi penerapan panduan ini sebagai Standar Prosedur Operasional (SPO) dan Panduan Praktik Klinis (PPK) di rumah sakit.

Sementara itu, Workshop Utama difokuskan pada latihan intensif berbasis simulasi melalui sesi lecture interaktif dan skill station. Peserta berkesempatan untuk berlatih langsung menghadapi skenario klinis kritis yang sering terjadi selama proses pembedahan dan pembiusan. Melalui kegiatan ini, para peserta tidak hanya meningkatkan kompetensi teknis, tetapi juga memperkuat kemampuan komunikasi, kolaborasi tim, serta pengambilan keputusan cepat dalam situasi darurat.

Pelaksanaan Workshop APALS ini memiliki tujuan besar, yakni meningkatkan kompetensi tenaga medis dalam menghadapi kegawatdaruratan perioperatif, menurunkan angka morbiditas dan mortalitas pasien, serta mendorong penerapan praktik anestesi berbasis Evidence-Based Medicine (EBM) di seluruh institusi pelayanan kesehatan. Lebih jauh, kegiatan ini juga menjadi bagian dari strategi integratif untuk membentuk tim anestesi yang profesional, tangguh, dan berstandar internasional.

Workshop APALS ini turut berkontribusi pada SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui peningkatan mutu pelayanan anestesi dan keselamatan pasien, SDG 4: Pendidikan Berkualitas dengan penerapan pembelajaran berbasis simulasi yang memperkuat kualitas sumber daya manusia di bidang anestesiologi. Selain itu, kolaborasi lintas institusi dalam kegiatan ini juga sejalan dengan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, yang menekankan pentingnya sinergi dalam memperkuat kapasitas nasional di bidang kesehatan dan pendidikan.

Sebagai kesimpulan, kegiatan Workshop Standarisasi Panduan Klinis APALS yang diselenggarakan bersama FK-KMK UGM dan RSUP Dr. Sardjito ini menjadi tonggak penting dalam penguatan sistem pelatihan anestesi berbasis simulasi di Indonesia. Langkah ini menunjukkan komitmen nyata dunia akademik dan klinis dalam menghadirkan layanan anestesi yang aman, efektif, dan berorientasi pada keselamatan pasien di seluruh Indonesia. (Kontributor: Gilar P, Irham H, Hendro).