FK-KMK UGM Perkuat Peran UKS di Sekolah Kecamatan Girimulyo

FK-KMK UGM. Tim pengabdian masyarakat Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada (UGM) yang dipimpin oleh Dr. Wenny Artanty Nisman, S.Kep., Ns., M.Kes. melaksanakan program revitalisasi Unit Kesehatan Sekolah (UKS) pada Kamis (18/09) di Kecamatan Girimulyo, Kulon Progo. Program ini bertujuan untuk mengaktifkan kembali peran UKS sebagai pusat layanan kesehatan fisik, psikologis, dan reproduksi bagi remaja.

Remaja merupakan kelompok usia yang sedang berada pada masa transisi penting, dengan banyak perubahan fisik maupun psikologis yang membuat mereka lebih rentan terhadap perilaku berisiko. Karena itu, keberadaan UKS di sekolah memiliki peran strategis, tidak hanya dalam menyediakan layanan kesehatan dasar, tetapi juga sebagai pusat edukasi dan promosi gaya hidup sehat.

Hasil pemetaan awal tim menunjukkan bahwa potensi UKS di sekolah-sekolah Kecamatan Girimulyo cukup besar, namun masih perlu diperkuat dalam hal kapasitas kader dan keberlanjutan program. Hal ini menjadi dasar pelaksanaan pengabdian masyarakat yang melibatkan enam sekolah, yaitu SMPN 1, SMPN 2, SMPN 3, SMPN 4 Girimulyo, SMP Sanjaya, dan MTsN 4 Kulon Progo.

Pada tahun sebelumnya (2024), program telah difokuskan pada pelatihan dasar bagi kader UKS dan pemberian dukungan fasilitas kesehatan sekolah. Tahun ini (2025), kegiatan diarahkan pada penguatan kapasitas melalui pelatihan lanjutan pada Mei 2025 yang membahas topik sekolah sehat, kantin sehat, gizi seimbang, kebersihan diri, pergaulan sehat, hingga manajemen stres. Selanjutnya, pada Agustus-September 2025, tim melakukan kunjungan ke sekolah-sekolah untuk mendampingi pelaksanaan program sekaligus menggelar Lomba Sekolah Sehat.

Menurut Dr. Wenny, penguatan UKS diharapkan tidak hanya memberikan manfaat jangka pendek berupa peningkatan pengetahuan siswa, tetapi juga membangun budaya sekolah sehat yang berkelanjutan. “Dengan kader UKS yang lebih terlatih dan program yang terstruktur, kami berharap sekolah mampu menjadi lingkungan yang mendukung tumbuh kembang remaja secara optimal, baik dari sisi fisik, psikologis, maupun sosial,” jelasnya. Program ini mendukung SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4: Pendidikan Berkualiatas, dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Program ini mendapatkan sambutan positif dari pihak sekolah, karena dirasakan dapat meningkatkan kesadaran pentingnya kesehatan di kalangan remaja. Dengan keberlanjutan program, UKS di Kecamatan Girimulyo diharapkan menjadi contoh praktik baik dalam upaya promosi kesehatan remaja berbasis sekolah. (Kontributor: Dita Yulistiani ).