Dosen FK-KMK UGM Berperan dalam Workshop Global STRIPE untuk Eradikasi Polio

FK-KMK. Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada kembali menunjukkan kiprahnya dalam kerja sama internasional di bidang kesehatan masyarakat. Melalui Program Magister Kesehatan Masyarakat (MKM), dr. Ardhina Ramania, MPH, dosen Promosi dan Perilaku Kesehatan, turut menjadi fasilitator dalam Workshop “Preparation on Implementation Action Plans and Workshop on Monitoring and Evaluation”.

Kegiatan ini berlangsung pada 5–7 Februari 2025 di Hotel Swiss-Belboutique Yogyakarta, dan merupakan bagian dari proyek global STRIPE (Synthesis and Translation of Research and Innovations from Polio Eradication) yang bertujuan mendukung upaya penghapusan polio melalui penguatan kapasitas penelitian di Indonesia.

Pada hari kedua dan ketiga workshop, dr. Ardhina menyampaikan materi terkait Goals and Objectives, Results Chain, serta Data Quality. Materi ini dikemas dalam bentuk kuliah interaktif dan diskusi kelompok, sehingga para peserta dapat lebih memahami konsep monitoring dan evaluasi (M&E) secara menyeluruh. Menurutnya, pemahaman yang kuat terhadap M&E merupakan fondasi penting dalam memastikan keberhasilan implementasi program kesehatan masyarakat, khususnya dalam eradikasi polio.

Workshop ini diikuti oleh fasilitator dari berbagai perguruan tinggi, termasuk Universitas Andalas, Universitas Udayana, dan Universitas Lambung Mangkurat. Peserta hadir baik secara luring maupun daring, mencerminkan semangat kolaborasi lintas institusi dalam mendukung program kesehatan global. Fokus utama dari kegiatan ini adalah membekali fasilitator dengan keterampilan M&E yang aplikatif, sehingga program-program kesehatan dapat berjalan efektif, terukur, dan berbasis bukti.

Penyelenggaraan workshop ini sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Upaya peningkatan kapasitas akademisi dalam penghapusan penyakit menular seperti polio mendukung SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera. Di sisi lain, penguatan kemampuan monitoring dan evaluasi juga sejalan dengan SDG 4: Pendidikan Berkualitas, karena menekankan pentingnya peningkatan kapasitas akademisi dan praktisi dalam pengambilan keputusan berbasis bukti. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan implementasi kebijakan kesehatan masyarakat dapat semakin efektif, berkelanjutan, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat luas. Serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. (Zilfani Fuadiyah Haq).