FK-KMK UGM. Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali mencatatkan prestasi membanggakan melalui kontribusi tenaga kependidikannya. Pada Tahun 2025 ini, tiga staf dari Departemen Farmakologi dan Terapi, yaitu Minarni, AMK, Sas Retno Dwi Utami, S.Si., dan Nimas Bella Puspita, S.Pd., berhasil meraih hibah Program Peningkatan Kompetensi Pranata Laboratorium Pendidikan (PKLP). Informasi ini disampaikan pada Senin, 07 Juli 2025.
Proposal yang mereka ajukan berjudul “Desain dan Rancangan Evaporator Sederhana untuk Pembuatan Ekstrak yang Efisien dan Efektif pada Skala Laboratorium”. Inovasi ini dinilai sebagai karya yang aplikatif sekaligus inovatif karena mampu mendukung proses pembelajaran dan riset laboratorium secara lebih optimal. Dengan rancangan alat yang sederhana, hemat biaya, namun tetap efektif, tim berharap dapat meningkatkan efisiensi proses ekstraksi bahan alam yang banyak digunakan dalam riset farmakologi dan terapi.
Keberhasilan ini juga mencerminkan kiprah tenaga kependidikan FK-KMK UGM dalam mengembangkan kapasitas akademik di luar ranah pengajaran dosen. Sebagai pranata laboratorium pendidikan, ketiganya tidak hanya berperan dalam mendukung kegiatan praktikum, tetapi juga mampu melahirkan gagasan kreatif yang berdampak langsung pada kualitas penelitian. Hal ini menunjukkan bahwa tenaga kependidikan memiliki posisi strategis dalam ekosistem pendidikan tinggi, termasuk dalam memperkuat integrasi antara kegiatan riset dan pembelajaran mahasiswa.
Lebih jauh, inovasi evaporator sederhana ini relevan dengan upaya mendukung pembangunan berkelanjutan. Desain alat yang ramah biaya dan mudah dioperasikan berkontribusi pada tercapainya SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui riset berbasis bahan alam yang aman, berkualitas, dan terstandar. Selain itu, prestasi ini juga sejalan dengan SDG 4: Pendidikan Berkualitas, karena turut meningkatkan kapasitas tenaga kependidikan dalam mendukung pembelajaran yang inovatif. Tak hanya itu, kolaborasi dan semangat berbagi pengetahuan di antara sivitas akademika juga memperkuat nilai SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. (Kontributor: Fara Silvia Yuliani).




