FK-KMK UGM. Departemen Farmakologi dan Terapi Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) UGM menyelenggarakan kegiatan pendampingan mahasiswa Magister Ilmu Kedokteran Tropis (IKT) melalui kunjungan edukatif ke PT Bio Farma, Bandung. Acara ini berlangsung pada Senin (2/6/2025) dengan tujuan memberikan pengalaman belajar langsung kepada mahasiswa mengenai dunia industri farmasi nasional berskala internasional. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Ketua Departemen Farmakologi dan Terapi, Prof. Dr. dr. Eti Nurwening Sholikhah, M.Kes., M.Med.Ed., Sp.KKLP, yang turut mendampingi mahasiswa sepanjang rangkaian pembelajaran lapangan.
Dalam kunjungan tersebut, mahasiswa memperoleh kesempatan berharga untuk memahami secara mendalam proses pengembangan vaksin, mulai dari riset awal, jaminan mutu, hingga prosedur keamanan yang menjadi standar dalam industri farmasi. Mereka diajak menyaksikan bagaimana inovasi dan teknologi modern diterapkan dalam setiap tahap produksi vaksin, yang pada akhirnya berkontribusi terhadap ketersediaan produk kesehatan berkualitas bagi masyarakat. Prof. Eti menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata sinergi antara akademisi dan industri. “Pemahaman yang diperoleh di lapangan akan memperkaya wawasan mahasiswa, sehingga mampu menghubungkan teori yang dipelajari di kampus dengan praktik nyata di industri kesehatan,” jelasnya.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari strategi FK-KMK UGM dalam memperkuat kompetensi mahasiswa melalui pendekatan pembelajaran yang integratif. Dengan berinteraksi langsung bersama praktisi dan menyaksikan sistem kerja industri farmasi, mahasiswa tidak hanya mengembangkan pengetahuan akademik, tetapi juga keterampilan praktis yang relevan dengan tantangan global di bidang kesehatan.
Pada akhirnya, kegiatan ini selaras dengan komitmen Universitas Gadjah Mada terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera tercermin melalui pemahaman mahasiswa terhadap teknologi vaksin yang berperan penting bagi kesehatan masyarakat. SDG 4: Pendidikan Berkualitas diwujudkan melalui model pembelajaran inovatif yang menggabungkan teori dengan praktik lapangan. Sementara itu, SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan hadir melalui sinergi antara institusi akademik dan industri kesehatan nasional. Dengan pengalaman ini, mahasiswa diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas kesehatan masyarakat dan memperkuat kolaborasi multi-sektor di masa depan. (Kontributor: Sudi Indra Jaya).




