FK-KMK UGM. Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) menjadi tuan rumah penyelenggaraan 5th ARISE Annual Meeting untuk memperkuat kolaborasi, kapasitas institusi, dan kesiapsiagaan penelitian klinis di kawasan Asia. Pertemuan yang berlangsung pada 2–3 Oktober 2026 di FK-KMK UGM, Yogyakarta, ini mengusung tema “Building Equitable, Rapid, and Sustainable Clinical Research Preparedness in the ARISE Network: Moving from Intention to Action”. Kegiatan ini mempertemukan anggota jejaring ARO Alliance for Southeast and East Asia (ARISE) dari berbagai institusi dan negara.
Dalam pertemuan tersebut, Prof. dr. Jarir At Thobari, D.Pharm., Ph.D. mewakili FK-KMK UGM sebagai representative dalam jejaring ARISE. Ia juga menyampaikan sambutan perwakilan tuan rumah pada sesi General Assembly. Keterlibatan FK-KMK UGM menjadi bagian dari upaya memperkuat peran institusi pendidikan dan penelitian dalam membangun jejaring kolaborasi kesehatan di tingkat regional.
Pertemuan ini turut melibatkan sejumlah akademisi dan pakar kesehatan, di antaranya Prof. dr. Yodi Mahendradhata, M.Sc., Ph.D., FRSPH dari FK-KMK UGM; Dr. Norihiro Kudo dan Dr. Hideo Miyazaki dari Japan Institute for Health Security (JIHS), Jepang; Dr. Daisuke Tokita dari ARISE Alliance, Jepang; serta Prof. Fiona Russell dan Prof. Jim Buttery dari Murdoch Children’s Research Institute (MCRI), Australia. Sejumlah institusi mitra, termasuk Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FMUI), Mochtar Riady Institute for Nanotechnology (MRIN), dan JIHS, juga terlibat dalam rangkaian kegiatan ini.
Rangkaian 5th ARISE Annual Meeting mencakup diskusi, pertemuan jejaring, dan lokakarya yang membahas percepatan proses persiapan penelitian di institusi anggota ARISE. Melalui forum tersebut, peserta berkesempatan berbagi praktik baik, mendiskusikan kendala yang dihadapi, serta mengeksplorasi strategi untuk meningkatkan kesiapan dan koordinasi penelitian klinis.
Kesiapsiagaan penelitian klinis menjadi salah satu aspek penting dalam menghasilkan bukti ilmiah yang dapat dimanfaatkan untuk menjawab persoalan kesehatan masyarakat. Proses penelitian yang dipersiapkan dengan baik diharapkan mendukung pengembangan strategi pencegahan, diagnosis, dan penanganan penyakit berdasarkan bukti. Dengan sistem persiapan yang lebih efektif dan koordinasi yang kuat, institusi penelitian dapat meningkatkan kemampuan dalam merespons kebutuhan kesehatan yang terus berkembang.
Melalui pertemuan ini, ARISE juga mendorong pengembangan kapasitas sumber daya manusia melalui pembelajaran kolaboratif dan pertukaran pengetahuan antarnegara. Pengalaman dari berbagai institusi dapat menjadi referensi dalam memperbaiki proses kerja, memperkuat infrastruktur penelitian, dan mengembangkan inovasi di bidang kesehatan.
Kegiatan ini selaras dengan SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui penguatan kapasitas penelitian untuk mendukung kesehatan masyarakat. SDG 4 Pendidikan Berkualitas melalui pertukaran pengetahuan dan pengembangan kompetensi peneliti, SDG 9 Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui penguatan sistem pendukung penelitian, serta SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kerja sama lintas institusi dan negara. (Kontributor: Dhimas Sholikhul Huda).




